jump to navigation

Why do we live? June 22, 2009

Posted by stevenlockhart in Journey of Life.
trackback

Banyak orang berkata ketika kita berumur sekitar 15-17 tahun, itu adalah saat – saat dimana kita sedang dalam pencarian jati diri. Yang berarti tentang hal – hal apa sih yang ingin kita lakukan dalam hidup kita, kita mau jadi apa, dan apa yang ingin kita lakukan dengan hidup kita. Stuffs like that. Pada waktu itu, aku sama sekali tidak mengerti tentang apa itu pencarian jati diri, aku hanya berpikir untuk menjalani hidup seperti biasa hari demi hari.

Sampai pada suatu saat aku menemukan sebuah pertanyaan yang dilontarkan dari salah satu tokoh game dalam Final Fantasy yang bertanya : “Mengapa manusia begitu ingin hidup padahal tahu semua yang hidup suatu saat pasti akan mati.” Boom! seperti sebuah kue dilemparkan langsung ke wajah ku. Ia secara tidak langsung bertanya ‘apa bedanya kita mati sekarang dengan kita mati 20 tahun lagi, toh pada akhirnya manusia pasti mati. Jadi sebenarnya tidak ada bedanya apabila kita mati sekarang juga, toh ujung-ujungnya pasti mati juga.’ Dan aku tidak bisa menjawab ataupun merespon pertanyaan itu pada waktu itu.

Aku sudah sering melihat di banyak film ketika seseorang dalam keadaan hampir mati, ia berjuang melawannya karena ia masih punya hal yang ingin dia capai. Things that he wants to accomplish. Pada waktu itu aku berpikir itu hanya film yang bisa dibuat – buat. Tapi kemudian aku membayangkan jika aku memang dalam keadaan hampir mati, hal apakah yang akan membuat aku terus berjuang untuk hidup? Jawabannya : tidak ada. Kemudian aku berpikir lagi, bahkan Yesus bisa berjuang ketika dalam perjalanan saat Ia akan disalib, saat dimana seharusnya Ia tidak mungkin bisa sampai karena sepanjang perjalanan terus disiksa. Tapi Ia terus berjuang, karena Ia punya hal yang ingin Ia capai dan yang ingin Ia selesaikan.
Some people would say “well that’s Jesus.” But for me it looks pretty the same.
Dan kemudian aku bertanya pada diriku sendiri. Apa yang ingin aku raih? kemudian aku membayangkannya ‘lulus kuliah, kerja, menikah, punya anak, tua, meninggal.’
That’s it?? apakah hanya itu saja??
Tidak, karena menurutku hal itu terlalu biasa dan membosankan. Aku ingin sesuatu yang tidak biasa, sesuatu yang lain. Dan tiba – tiba saja, Boom, sekarang aku selalu punya target, selalu tahu apa yang aku inginkan sampai sekecil – kecilnya. Terlalu banyak maunya kalau Kate bilang.
Yeah, beberapa orang berpikir bahwa hidup kita sudah ditentukan, bahwa kita hanya tinggal menjalani sesuai dengan apa yang biasa disebut dengan takdir. Tapi tidak bagiku, aku yang menentukan apa yang aku inginkan. Seperti lirik dalam lagu When I’m Gone-nya Simple Plan yang berkata : Cause life won’t wait, I guess it’s up to me. Ya aku tidak akan menunggu sampai hal – hal tertentu terjadi kepadaku. Aku lebih suka bertindak dan membuat hal tersebut terjadi.

Tuhan Yesus datang ke dunia dengan tujuan, begitu juga kita. Bedanya tujuan-Nya datang sudah ditentukan dan kita tidak. Ia sudah tahu bahwa Ia harus mati di kayu salib demi menebus dosa umat manusia sedangkan kita? bayangkan jika kita sudah tahu bahwa kita terlahir untuk mati di kayu salib hanya karena dosa yang tidak kita lakukan. Jadi berbahagialah kita yang masih bisa menentukan jalan hidup kita.

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: