jump to navigation

Karakter Alpha June 19, 2009

Posted by stevenlockhart in Articles, Journey of Life.
trackback

Mengingat ingat masa lalu aku seakan – akan sedang bercermin dengan diriku di masa lalu. Aku yang sekarang sangat jauh berbeda dengan aku tiga tahun yang lalu, terutama dalam hal karakter, kepribadian dan cara berpikir. Aku merasa selama tiga tahun sudah berubah dan berkembang dan kadang aku merasa ingin kembali seperti aku yang dulu.

Perubahan yang paling terlihat adalah jika dulu aku tipikal orang yang ‘ikut – ikut aja’ dalam artian tidak terlalu pusing dengan keputusan yang dibuat oleh orang lain (plegmatis). Tapi kali ini aku selalu merasa bahwa akulah yang paling benar, bahwa ketika aku membuat suatu keputusan, aku sudah memikirkannya secara detil dan aku yakin orang lain tidak akan berpikir sejauh dan sedetil aku (koleris). Selain itu, aku merasa perasaan-untuk-selalu-ingin-tahu-segalanya dalam diriku semakin membesar dibandingkan aku yang dulu. Karena aku merasa aku-lebih-tahu itulah yang membuat sifat koleris ku menjadi semakin membesar, menurutku. Dan hal itu jugalah yang membuatku menjadi super sibuk belakangan ini, karena hampir semua hal aku yang urus, karena teman – temanku merasa aku lebih tahu dan aku lebih bisa. Hal inilah yang membuatku terkadang ingin memiliki sifat plegmatis seperti dulu dimana aku tidak perlu terlalu memikirkan segala hal terlalu banyak.

Hal ini terjadi ketika aku menemukan suatu hal yang disebut social dynamic. Di mana ketika ada satu kelompok, di dalam kelompok tersebut pasti ada satu orang alpha. Yang biasa sering disebut alpha male atau alpha female. Karakter alpha bisa kita temui dalam lingkungan kita sehari – hari seperti contohnya saja ketika kita sedang bersama teman – teman kita, seorang alpha akan tampil dengan membuat suatu keputusan – keputusan baik itu mulai dari hal kecil seperti ‘makan apa’, ‘pergi ke mana’, ‘main apa’ sampai hal – hal besar seperti merencanakan sesuatu, mengurus hal – hal tertentu, dll. Seorang leader biasanya memiliki karakter alpha di dalam dirinya. Tidak hanya dalam membuat keputusan, seorang alpha juga bisa kita lihat ketika seseorang selalu mendominasi pembicaraan dan membuat orang lain mendengarkan ia karena ia suka menjadi pusat perhatian, kalo dalam cerita – cerita fiksi yang biasa aku tonton ataupun baca disebut sebagai golongan populer. Tipikal karakter sanguinis juga memiliki karakter alpha di dalamnya.

Selain itu, social dynamic juga bicara tentang value. Dalam dunia sosial, seseorang cenderung lebih tertarik dengan orang yang memiliki nilai dalam dirinya. Kita cenderung lebih tertarik untuk bersosialisasi dengan orang – orang yang kita anggap punya suatu nilai lebih dibandingkan kita. Baik itu kita sadar ataupun tidak. When you’re talking to a person who you’ve just known, why do you waste your time talking with him/her. It’s simply because that person has value in whatever he/she says. Seseorang yang selalu bisa membuat orang lain tertawa adalah salah satu contoh bahwa ia memiliki value, dalam hal ini adalah sense of humor. Hal seperti inilah yang biasa dilakukan oleh para PUA (dalam tulisan – tulisanku sebelumnya) untuk Demonstrate Higher Value untuk membuat wanita tertarik kepada mereka. Mereka harus menunjukan bahwa mereka punya value lebih daripada sang wanita. Sayangnya hal itu juga berlaku dalam berhubungan sosial. Ketika kita tidak suka dengan seseorang itu dikarenakan orang tersebut tidak memiliki value yang sama atau lebih dari kita. Atau sebenarnya orang tersebut punya value lebih tapi dia tidak bisa menunjukannya. Seorang karakter alpha adalah seseorang yang punya value yang disadari oleh orang – orang disekitarnya.
Jadi kesimpulan dalam hal value adalah “seseorang ga akan pernah bisa tertarik ama orang yang value nya lebih rendah dari dia”

Selain itu, seorang karakter alpha juga punya rasa percaya diri yang besar. Bagaimana bisa membuat orang percaya kepada mereka jika mereka tidak percaya pada diri mereka sendiri.

Mempelajari hal – hal seperti inilah yang membuat karakter dan kepribadianku berubah dibandingkan aku yang dulu. I learn it’s easy to become alpha. What isn’t so easy is staying that way.

Well, itu beberapa hal tentang karakter alpha. Apakah anda menyadari seorang alpha dalam lingkungan anda?

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: